Berkepala Empat, Valentino Rossi Belum Pensiun.

Mungkin ada beberapa pembaca yang memiliki pertanyaan mengenai Berapa usia maksimal seorang pembalap MotoGP? Tentunya tidak ada batasan usia yang diucapkan oleh peraturan MotoGP itu sendiri. selama pembalap masih kuat dan masih ingin balapan, serta masih ada tim official yang mendukungnya, ia dapat menekuni karir dan juga hobi tersebut sampai usia berapa pun yang diinginkannya.

 

Pada tanggal 16 Februari 2019 kemarin, pembalap yang dikenal dengan The Doctor yaituValentino Rossi sudah genap berusia 40 tahun. Angka tersebut merupakan pembalap tertua di MotoGP hingga saat ini. apalagi sekarang sudah banyak pembalap-pembalap muda yang baru terjun untuk menekuni dunia balap tersebut. Namun ternyata kemampuan yang dimiliki Rossi tidak kalah dari pembalap-pembalap muda. Ini terbukti dengan kemampuannya dapat mengisi salah satu podium setiap kali pertandingan.

 

Belum Ada Kepastian Kapan Vale Pensiun

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah Kapan Valentino Rossi pensiun dari dunia MotoGP? Tahun lalu ia telah memperpanjang kontraknya selama 2 tahun ke depan Yamaha. yang berarti kontrak Vale akan berakhir pada tahun 2020 pada saat usianya 41 tahun. Ini menjelaskan bahwa dalam 2 tahun ke depan the doctor dipastikan masih akan terus terlihat di arena balap moto GP kelas dunia.

 

Sedangkan tahun 2019 ini menjadi musim ke-24 Valentino Rossi berada di sirkuit balap MotoGP. Terkait performa yang dimilikinya sebagai pemain paling tua di sirkuit, beberapa tahun belakangan ini pencapaian yang dimilikinya dapat dibilang lumayan meski belum pernah memenangkan podium pertama pada musim 2018. Pada akhir musim 2018 sendiri ia menutup dengan meraih posisi podium ketiga di klasemen akhir. Memang sudah menjadi suatu hal yang biasa jika melihat Valentino Rossi berada di podium MotoGP.

 

Ternyata prestasi yang diraih oleh-oleh dan Rossi serta performa judi casino online yang dimilikinya tidak terlepas dari performa motor tunggangannya sendiri, begitu juga dengan masalah-masalahnya, karena tidak sepenuhnya merupakan kesalahan dari pembalap. Beberapa hal teknis juga bisa disebabkan oleh motor yang digunakannya. Misal pada tahun kemarin motor keluaran Yamaha agak kesulitan berada pada jalur dan tidak sebaik Honda serta Ducati. Beberapa pengamat juga mengatakan bahwa tim dari pembalap lain memiliki performa motor yang lebih cepat daripada milik Vale.

 

Namun ternyata ada juga yang mengatakan bahwa Valentino Rossi tidak terlalu berani untuk mengambil resiko karena usia yang sudah dimilikinya berkepala empat. Berbeda dengan salah satu pembalap muda yaitu Marc Marquez yang berani untuk melakukan hal gila di dalam sirkuit. Namun hal tersebut dilakukan bukan untuk mengambil resiko, tapi memang hal utama yang paling diandalkan dalam balapan MotoGP adalah kecepatan, strategi balap dan juga strategi ban. Hal ini dibuktikan dengan kesulitan Yamaha tahun lalu pada masalah ban yang digunakannya.

 

Banyaknya Lawan Vale Yang Masih Muda

Apalagi pada tahun ini ini ada banyak pembalap muda yang sudah naik pangkat dari Moto2 ke MotoGP, seperti Francesco bagnaia, Joan Mir dan juga Miguel oliveira. Tentunya mereka akan menjadi lawan-lawan baru dan berumur jauh dibawah Valentino Rossi. Sementara dari sisi pembalap lama masih belum berkurang dan performa yang dimiliki semakin meningkat.

 

Selain itu juga masih ada Marc Marquez yang disebut-sebut sebagai tukang ngacir, dan juga ada Jorge Lorenzo yang menunggangi motor baru keluaran Honda. Selain itu dari sisi Ducati ternyata masih ada Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.  Sedangkan dari tim Suzuki sendiri masih ada Alex Rins. Namun ternyata hal ini tidak membuat Valentino Rossi menyerah begitu saja. itu juga yang disampaikan oleh davide brivio selaku mantan manajer Valentino Rossi yang saat ini sudah menjadi tim Manager Suzuki

4 Hal Menarik yang Dimiliki WonderkidMoise Kean

Salah satu pemainTimnas Italia yang sedang jadi perbincangan adalah Moise Kean. Ia adalah pemain asal Juventus yang berhasil memberikan gol kemenangan pada Timnas  Italia. Skor akhir yang didapatkan yaitu 2 – 0.Italia berhasil unggul 2 poin atas Finlandia pada Piala Eropa 2020, yang diselenggarakan 24 Maret 2019. Torehan keberhasilannya itu membuat banyak  orang yang ingin mengetahui Moise. Berikut ini adalah empat fakta menariknya.

Pemain Termuda

Kean dilahirkan pada tanggal 28 Febuari 2000 dan mengawali karirnya di klub sepak bola Asti.Dimulai pada tahun 2007 silam hingga saat ini.Kemudian pindah ke Torino Youth.Hingga pada akhirnya di tahun 2011 Moise Kean memilih pindah ke Juventus U-17.Alur perjuangan dari Kean tidaklah mudah.Butuh kerja keras serta semangat yang tinggi untuk mewujudkan prestasi itu.Hingga akhirnya Kean pun menjadi seperti yang sekarang ini.

Moise Kean ternyata pemain termuda kedua yang berhasil menyumbangkan gol kemenangan.Saat ini dirinya berusia 19 tahun hanya selisih satu tahun lebih tua dengan Bruno Nicole.Performanya yang mantap menjadikan namanya tersohor.Kean digadang – gadang menjadi anak emas untuk Timnas Italia. Hal serupa diakui oleh Roberto Macini, Kean akan berpotensi sebagai striker handal di masa yang akan datang.

Perjuangan Moise Kean

Pada awal bergabung dengan Juventus Ia harus bersaing. Hal ini disebabkan karena Bianconeri mempunyai penyerang muda yang potensial serta memiliki bakat bagus.Faktanya, Moise Kean baru dapat bermain di pertandingan ke – 11 Juventus U-17.Bertepatan pada ajang bergengsi yaitu CampionatoNazionale.Pada musim 14/15 Kean merasa atmosfer pertandingan yang ketat.Kean masuk ke dalam skuat togel hongkong hanya dua belas kali. Tercatat sebanyak  tiga kali menjadi pemain inti. Sisanya Kean menjadi pemain cadangan.Walaupun begitu, dirinya sudah bermain 11 laga dan meraih 5 gol.

Kean juga pernah dipinjam Hellas Verona  untuk  bertanding. Dalam masa peminjaman tersebut, Ia  membuktikan bahwa dirinya mampu  dan bisa diandalkan sebagai penyerang. Hal ini dibuktikan melalui penampilannya sebanyak 20 kali pertandingan.Selama itu dirinya berhasil mengoleksi 4 buah gol.

Untuk pertama kali berkarir, Moise Kean hanya mempunyai harga pasar 540 ribu pounsterling.Hal ini disampaikan oleh laman Transfermarkt, jadi jika dirupiahkan setara dengan uang 10 miliar rupiah.Kisaranharga tersebut masih tergolong rendah di Juventus.Akan tetapi untuk saat ini Kean sudah mempunyai harga pasar yang jauh lebih tinggi. Hampir 25 kali lipat dari harga awal, yakni sekitar 13,4 juta poundsterling atau 251 miliar rupiah.

Pencapaian Moise Kean

Perjuangan yang berliku di tahap awal karirnya ternyata berbuah manis. Kean mampu menghadapi tantangan demi tantangan.Hingga Kean dipanggil Max Allegri, pelatih di Juventus.Ia dipercaya untuk memberikan kekuatan di lini serang. Lini tersebut sudah diisi oleh Mario  Mandzukic, Paulo Dybala, hingga Cristiano Ronaldo.

Kean sebenarnya masih sulit mendapatkan menit – menit bermain.Akan tetapi, dirinya tetap produktif.Faktanya di musim ini mampu membuat tiga gol serta satu assist. Tercatat dalam tujuh kali penampilan.Pada umumnya, Kane hanya bermain sekitar 60 menit. Walaupun begitu, Ia tetap menunjukkan eksistensinya.

MoiseKean  Keturunan Afrika

Awal menekuni sepak bola di Italia, ternyata banyak orang yang terheran – heran.Hal itu karena Kean memiliki warna kulit hitam.Padahal mayoritas orang Italia adalah berkulit putih.Setelah ditelusuri ternyata Kean masih mempunyai hubungan persaudaraan dengan orang Afrika.Yang mayoritas adalah berkulit hitam.

Jadi, itulah beberapa hal menarik yang terdapat pada Moise Kean. Pemain muda berbakat dan calon bintang bagi masa depan Italia. Capaian yang kini dirasakannya tentu menjadi pemacu semangat perjuangan dirinya dan orang – orang di sekitarnya.Sehingga tidak mudah berputus asa dalam menghadapi segala hal.Semoga bermanfaat.