Indra Sjafri, Sang Expertise Timnas Muda, Asisten Tae Yong

Indra Sjafri memang sudah sangat terkenal sebagai expert atau pakar timnas usia muda. Ia sekarang mendapatkan tantang baru sebagai salah satu asisten pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong, di Timnas Indonesia. Sebagai anggota Konfederasi Sepak Bola Asia, yaitu Komite Teknik AFC, hari-hari Indra Sjafri ke depan paslanya akan makin sibuk saja.

Indra Sjafri didapuk Jadi Asisten Tae Yong

Tae Yong sudah resmi dipilih menangani timnas Indonesia, tak Cuma timnas senior, namun juga timnas junior. Dan Indra akan sibuk mendampinginya karena Tae Yong akan melakukan supervise Timnas level di usia bawah.

Dalam karirnya sebagai pelatih sepak bola, Indra yang mana lahir di Lubuk Nyiur, Sumatera Barat itu sekarang lebih dikenal sebagai peracik strategi yang mana sukses menangani Timnas kelompok umur. Karirnya dimulai saat ia didapuk untuk menangani Timnas U-14. Kemudian ia naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu ke Timnas U-19.

Di awal 2012, Indra mempersembahkan gelar juara yang diraihnya dengan anak didikannya di ajang Turnamen Hong Kong International Youth Football bersama dengan TImnas U-17. Kelihaiannya dalam menangani pemain junior pun kembali dibuktikan olehnya saat ia berhasil membawa Timnas Indonesia U-19 sebagai juara Piala AFF U019 di tahun 2013 lalu togel keluar hari ini singapura. Saat itu, Indra memiliki pemain-pemain yang handal, misalnya saja Hansamu Yama, Evan Dimas, dan juga Zulfiandi yang sampai sekarang masij jadi tulang punggung Timnas Indonesia.

Tak Cuma itu, sepak terjang Indra di dunia persepakbolaan Indonesia juga terlihat saat ia sukses membawa TImnas Indonesia jadi juara Piala AFF U-22 2019 yang mana berlangsung di Kamboja. Yang paling anyar, ia melatih Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Dan saat itu, Timnas Indonesia bisa membawa pulang medali perak karena harus mau mengakui kekalahannya dari Vietnam dengan skor 0-3.

Di tangan Indra lah, permainan Timnas usia muda mampu berenergi. Timnas Indonesia sangat mampu memainkan bola-bola pendek dengan operan dari kaki ke kaki yang dikombinasikan dengan operan jauh yang terukur. Pertunjukan Timnas Indonesia U-19 serta U-23 di bawah arahan pelatih berusia 56 tahun ini begitu sedap dipandang juga dibandingkan dengan seniornya.

Karir Kepelatihan Indra Lebih Cemerlang

Pencapaian di dunia kepelatihan ini berbeda dengannya saat menjadi pemain bola. Indra bisa dikatakan bukan pemain yang menonjol saat dirinya bermain bola. Tak ada klub-klub besar yang dibelanya masa itu. Setelah ia mengawali karirnya di PSP Padang Junior pada tahun 1986-1991, kemudian ia naik ke jenjang senior pada klub yang sama.

Perjalanan Indra pun sebagai pemain bisa dikatakan tak lama. Pada tahun 1997, ia memilih jadi pelatih professional ketimbang jadi pemain. Cara itu ia wujudkan dengan mengambil lisensi kepelatihan C AFC. Lalu naik dengan perlahan secara bertahap, ia naik ke level B di tahun 1998 dan A di tahun 1999/

Peningkatan juga terus dilakukannya. Di tahun 2010, ia mengikuti kursus penyegaran pelatihan dalam program FIFA Futuro. Di tahun yang sama juga, ia mengambil lisensi A AFC Instruktur Akar Rumput FIFA. Wah, nampaknya ia benar-benar memiliki passion di sana.

Karir kepelatihannya pernah juga diwarnai dengan menangani Bali United. Namun sayangnya tak lama, hanya 2 musim. Setelah itu ia menerima tanggung jawab dari PSSI untuk melatih Timnas Indonesia U-19 di tahun 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *