Film Pulung Gantung – Membuka Kembali Sejarah di Gunung Kidul

Industri perfilman tanah air kini semakin menarik dan berkembang. Kebanyakan produser juga mulai mengangkat cerita bersejarah dan epik dari berbagai daerah. Jika diambil contoh, maka Pulung Gantung adalah sebuah film yang pantas dinanti.

Karya mpo4d ini dikatakan tidak hanya memberi hiburan, tapi juga dapat menyingkap sejarah yang belum pernah terungkap sebelumnya. Artinya, ini bukan mengangkat cerita mitos melainkan kisah nyata.

Judul diambil dari peristiwa sejarah besar yang terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain menceritakan seputar kisah tersebut, film ini juga memberikan cara bagaimana menyudahinya.

1. Seputar Pulung Guntung

Pihak produsen adalah Maesa Sinema Produksi. Mereka tidak bekerja sendirian karena bekerjasama dengan Trah Hamengkubuwono ke-2. Nama lain dari film tersebut adalah Babad Giring dan memiliki genre horor.

Alur cerita diangkat dari kisah nyata yang erjadi di salah satu Kabupaten di Provinsi DIY. Judul tersebut diangkat dari fenomena atau peristiwa yang sering terjadi di antara masyarakat lokal.

Orang-orang lokal banyak yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan menimbulkan peningkatan angka kematian di sana. Mereka meyakini fenomena ini akan terus terjadi jika masih ada bola api berekor yang sering mereka sebut sebagai Pulung Gantung.

Kepercayaan masyarakat jika bola api tersebut berhenti pada sebuah rumah warga, maka salah satu anggota keluarga di rumah tersebut akan meninggal nantinya dengan cara gantung diri.

Menurut informasi yang diberikan oleh pihak produser, film akan menceritakan tentang sejarah dari kepercayaan tersebut yang belum pernah terungkap sebelumnya.

Dikatakan bahwa itu memiliki kaitan dengan orang-orang terdahulu dan perjanjian yang dibuat oleh Ki Ageng Giring dengan Ki Ageng Pamanahan (iparnya). Perjanjian tersebut juga memiliki saksi, yaitu Nyi Ageng Giring.

2. Menilik Cerita Film Pulung Gantung

Secara singkat, film menceritakan asal mula fenomena Pulung Gantung. Di masa lalu, air kelapa yang berisi wahyu keprabon milik Nyi Ageng Giring diminum oleh Ki Ageng Pemanahan.

Itu bukanlah air kelapa biasa, karena memiliki khasiat khusus yang dapat memberi kesuksesan untuk menjadi Raja di Jawa. Ini seharusnya dimiliki oleh Giring dan semua keturunannya.

Karena marah, Ki Ageng Giring menjalankan Kapalika Tantra dan melakukan ritual tapas guna memberi kutukan secara berkala kepada orang-orang. Dalam melampiaskan kemarahan, dia akan meminta tumbal kepala manusia dan menjelma menjadi sosok bertangan sepuluh bernama Betari Durga.

Fajar Bagoes Putranto selaku Eksekutif Produser mengatakan bahwa film ini perlu disosialiasikan kepada masyarakat supaya mengungkap sebuah sejarah yang sebelumnya belum pernah diceritakan secara luas.

Artinya, film tersebut akan memberi lebih dari sekedar hiburan tapi juga nilai sejarah yang menarik. Penekanan lain adalah fenomena Pulung Gantung bukanlah sebuah mitos, tapi merupakan sebuah sejarah.

3. Lebih Jauh Seputar Film Pulung Gantung

Rencananya, film ini akan memiliki durasi 90 menit dan sedang ada di tahap persiapan produksi. Kamp Pictures akan menjadi rumah produksinya dan Indra Tirtana akan menjadi sutradaranya.

Menurut sang sutradara, rencana perlengkapan dan produksi masih tetap berjalan. Harapannya adalah setelah lebaran sudah ada kabar yang lebih baik.

Film tersebut nantinya akan dipadati dengan suasana mencekam dan memiliki konsep suspen triler dan horor. Tentu saja akan ada banyak dialog yang disertakan juga. Karena diangkat dari kisah nyata, tentu proses produksi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Yang jelas, Pulung Gantung akan menjadi tontonan menarik nanti!