Eko Yuli Irawan Sumbang Emas Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018

Eko Yuli Irawan Sumbang Emas Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018

Eko Yuli Irawan Sumbang Emas Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018,

Indonesia patut berbangga sebab lifter andalan mereka yang meraih medali emas dalam Asean Games 2018 yang lalu yaitu

Eko Yuli Irawan kembali mendulang emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 yang digelar di Ashgabat,Turkmenistan tadi malam.

Total untuk tanggal 3 November ini,

Indonesia meraih 3 emas dan Eko Yuli menjadi pahlawan utamanya dan tetap menjadi andalan Indonesia nanti ketika berlaga di Olimpiade 2020.

Eko Yuli Irawan Raih Emas dan Sumbang Rekor Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018

Eko Yuli Irawan mengikuti kelas 61 kg dalam babak final Kejuaraan Dunia Angkat besi 2018,

yang digelar Sabtu tadi dan dirinya pun berhasil untuk memperoleh total angkatan dengan tipe clean and jerk yaitu 174 kg dan ini pun juga memecahkan rekor dunia yang baru.

Total angkatan ini baru dia peroleh dalam kesempatan yang ketiga setelah di dua babak yang sebelumnya,

Eko berhasil untuk mencatatkan total angkatan sekitar 165 dan 170 kg.

Di dalam babak final ini, Eko berhasil untuk menaklukan dia lifter unggulan Cina.

Li Fabin memperoleh tempat kedua dan berhasil untuk mendapatkan perak sementara Quin Fulin di tempat ketiga dengan medali perunggu.

Sementara untuk angkatan snatch yang sebelumnya dilakukan Eko, dia mampu mencatatkan total angkata sebesar 143 kg.

Bila ditotal, maka total angkatan yang berhasil untuk dilakukan Eko adalah 317 kg dan ini termasuk ke dalam rekor dunia yang baru.

Dengan kata lain, sudah tiga kali Eko berhasil untuk memecahkan rekor angkat besi.

Itu diperoleh dari clean and jerk yang sebelumnya dengan 173 kg dan kemudian total angkatan 313 dan 317 kg.

Seperti yang dilansir oleh situs resmi ofisial dari federasi angkat besi dunia,

Eko Yuli mengungkapkan kegembiraannya dan mengatakan jika dia sangat senang karena

berhasil untuk menjadi juara dunia dan ini merupakan pertama kalinya dia menjadi juara.

Dan dia pun juga menilai bahwa ini merupakan performa terbaik yang dia inginkan dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018.

Ya, sebelumnya Eko memang selalu gagal untuk meraih medali emas dan gelar tertingginya kala itu adalah meraih medali perak atau perunggu dan itu pun berulang. Seperti yang diketahui, semua tim angkat besi Indonesia telah berangkat menuju Turkmenistan dan Indonesia mengirim 10 lifter yang terdiri dari putra dan putri dengan 5 orang pelatih dan juga manajer termasuk tim pendukung sejak awal bulan November hingga tanggal 10 nanti dengan menempuh perjalanan panjang untuk menang.

Masih Ada 5 Seri Tersisa Setelah Eko Yuli Irawan Sumbang Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 yang Harus Dilalui LIfter

Menurut Alamsyah Wijaya yang merupakan Kabid Binpres PABBSI,

Turnamen Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 ini sangat penting untuk atlet termasuk federasi,

Sebab ini merupakan event pertama untuk saling merebut poin dalam babak kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Atlet pun juga harus mampu untuk berjuang masing-masing di dalam arena untuk melakukan yang terbaik demi poin penting yang membuat mereka lolos.

Alamsyah mengatakan para lifter sudah bagus.

Namun dia juga mengatakan jika sebenarnya kondisi psikologisnya Domino Qiu Qiu tidak terlalu memiliki pengaruh sebab rata-rata sudah turun sekilo.

Mungkin yang membuat mereka sedikit khawatir adalah karena ini merupakan perlombaan kualifikasi individual.

Alamsyah menjelaskan bahwa dulu serombongan lifter dalam jumlah banyak bisa berangkat namun kini masing-masingnya punya potensi sehingga minimal,

seluruh lifter mampu untuk berada di posisi 8 besar sehingga akan aman dan bisa lolos kualifikasi.

Untuk dapat lolos menuju Olimpiade yang berlangsung di tahun 2020, maka seorang lifter wajib untuk ikut dalam 6 seri turnamen angkat besi yang digelar hingga 2020

Juga namun 6 seri itu terbagi dalam dua kategori untuk Emas dan Perak.

Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 ini termasuk ke dalam kategori Gold sehingga Eko Yuli dan lifter yang lain masih memiliki 5 seri tersisa.